Tampilkan postingan dengan label darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label darah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2011

mantra luka

mantra luka

Andai saja aku boleh untuk menangis malam ini ingin aku menangis sekeras bayi yang merindukan susu ibunya. Tapi, haruskah aku menangis? Aku adalah lelaki, terlahir untuk terus mengepalkan jari, bekerja dan terus bekerja, berkeras dan terus berkeras, jika harus berdarah-darah.
Aku hanya bisa berkeluh kesah pada angin dan membiarkannya membawa pergi ke lautan, ke samudra, ke langit, ke dalam relung terdalam jiwa-jiwa terluka.
Seperti apa yang terjadi pada ku di hari- hari belakang ini, ketika semua tercipta untuk dihancurkan karena memang tak ada yang abadi selain kematian itu sendiri.Terkadang aku berpikir haruskah kita berdarah untuk merasakan kalau kita hidup, haruskah kita merasakan kehilangan ketika tiada, sedang ketika ada kita selalu menyia-nyiakan.
Sesungguhnya aku tak ingin dunia melihat ku seperti ini, karena mereka tak pernah mau mengerti mereka hanya mau dimengerti, karena mereka tak mau mendengar mereka hanya mau didengar, karena mereka mempunyai keluhan sendiri-sendiri yang membuat telinga mereka jengah untuk menadah keluh dan kesah. Kita pada akhirnya hidup sendiri-sendiri.