berserakan di lantai, jendela, pintu ruang kusam lelaki jalang
seperti papan reklame
penanda ke angkuhannya
ia duduk sembarang kaki mengangkang
rokok
sedang abu nya ada di tiap pojokan ruang
di tiap tikungan, di tiap pasar, ditiap sudut hiruk pikuk manusia
tangan nya masih sibuk mengoreskan tinta
sesekali menggerayangi papan kunci
komputer
sebabnya setengah lagi hilang oleh para penjarah